Hand sanitizer dan hand soap mungkin nampak sama kegunaaannya, tetapi keduanya dimaksudkan untuk situasi yang berbeda. 

Meskipun hand sanitizer menjadi pilihan cerdas untuk dibawa dan digunakan ketika Anda sedang bepergian, para pakar kesehatan justru lebih cenderung setuju bahwa tidak ada yang lebih baik daripada mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Untuk mempelajari bagaimana dan kapan menggunakan hand sanitizer dan memahami mengapa para ahli lebih suka sabun dan air, simak hasil penelusuran kami.

Efektivitas hand sanitizer

Bahan utama dalam kebanyakan hand sanitizer adalah isopropanol (alkohol gosok) atau etanol (bahan utama dalam minuman beralkohol). Alkohol memiliki sejarah panjang sebagai disinfektan yang efektif terhadap beberapa virus dan bakteri, asalkan larutan tersebut mengandung cukup alkohol.

Hand sanitizer adalah solusi praktis jika Anda tidak memiliki akses ke sabun dan air mengalir. Tetapi secara umum, hand sanitizer tidak seefektif mencuci tangan. Plus, hand sanitizer dapat kedaluwarsa.

“Orang-orang umumnya tidak menggunakan secara cukup hand sanitizer atau menyebarkannya ke tangan mereka sejauh yang seharusnya,” kata Berezow seperti dikutip dari Insider, Alex Berezow adalah seorang microbiologist dan Vice President Scientific Communications di American Council on Science and Health. 

Dalam menggunakan hand sanitizer harus dengan cara yang benar, gunakan secukupnya secara menyeluruh ke telapak tangan juga sela-sela jari. 

Hand sanitizer efisien dalam membunuh beberapa bakteri, tetapi tidak semuanya. Berikut adalah beberapa bakteri dan virus yang tidak dapat dibasmi hand sanitizer umumnya:

  • Cryptosporidium. Infeksi parasit yang menyebabkan masalah pernapasan dan pencernaan.
  • Norovirus. Infeksi virus yang dapat menyebabkan muntah dan diare.
  • Clostridium difficile. Infeksi bakteri yang dapat menyebabkan gangguan dan peradangan usus

Apa yang harus dicari di produk hand sanitizer

Sanitasi berbasis alkohol harus mengandung setidaknya 60 persen alkohol. WHO menganjurkan antara 60 hingga 95 persen. 

Konsentrasi alkohol kurang dari 60 persen meskipun dapat mengurangi pertumbuhan bakteri tetapi itu tidak akan membasmi mereka sepenuhnya. Karena itu, waspadalah terhadap hand sanitizer dengan alkohol terlalu sedikit, atau hand sanitizer yang menggunakan pengganti alkohol, yang tidak seefektif atau direkomendasikan oleh WHO.

Apakah hand sanitizer buruk untuk Anda?

Tidak ada bukti bahwa hand sanitizer berbahaya bagi kesehatan Anda. Namun, jika Anda menggunakan hand sanitizer terlalu banyak, alkohol dapat menyebabkan iritasi kulit ringan.

“Menggunakan terlalu banyak hand sanitizer membuat tangan Anda kering. Jika Anda memiliki kondisi kulit seperti eksim, ini dapat memperburuknya,” kata Berezow seperti dikutip dari Insider.

Sanitasi berbasis alkohol juga dapat menyebabkan keracunan alkohol jika tertelan dalam jumlah banyak, jadi pastikan untuk menyimpan hand sanitizer di luar jangkauan anak-anak.

Mengapa sabun dan air lebih baik daripada hand sanitizer

Meskipun menggunakan hand sanitizer lebih baik daripada tidak sama sekali, CDC dan pakar kesehatan lainnya mengatakan bahwa sabun dan air adalah cara terbaik untuk mempraktikkan kebersihan tangan yang baik dan melindungi diri Anda sendiri. 

Hand sanitizer bersifat desinfektasi dan karenanya dapat membunuh bakteri. Tetapi tidak melakukan apa pun untuk menghilangkan bakteri dari kulit Anda secara fisik seperti sabun dan air. 

“Sabun adalah deterjen, oleh karena itu sabun menjadi kotor dan bergelembung. Deterjen bekerja dengan melarutkan air dan minyak, jadi sabun itu hanya mencuci mikroba dari tangan Anda seolah-olah akan membersihkan minyak dari piring makan,” kata Berezow seperti dikutip dari Insider.

CDC mengatakan bahwa mencuci tangan, meskipun tidak secara langsung membunuh kuman, akan mengurangi jumlah kuman di tangan Anda. Sabun dan air lebih efektif daripada hand sanitizer, terutama ketika tangan Anda terlihat berminyak atau kotor. Setelah makan, berolahraga, jika tangan Anda kotor dan berminyak, maka hand sanitizer tidak efektif. 

CDC merekomendasikan untuk membasahi tangan dengan air mengalir, matikan keran, dan kemudian gosok tangan dengan sabun untuk setidaknya 20 detik . Jika Anda tidak mencuci setidaknya selama 20 detik, itu membuat perbedaan besar. 

Menggunakan sabun jauh lebih efektif daripada hand sanitizer karena sabun mengandung surfaktan, yaitu zat yang mengangkat minyak dan mikroba (bakteri) dari kulit.  Tidak ada perbedaan antara menggunakan sabun biasa dan menggunakan sabun “antibakteri”, karena keduanya terbukti memiliki efektivitas yang sama. 

Setelah Anda membersihkan dengan sabun, bilas tangan Anda di bawah air mengalir yang bersih dan kemudian segera bersihkan dengan handuk bersih. Karena kuman dapat dipindahkan dengan mudah ke dan dari tangan yang basah, penting agar Anda mengeringkan tangan segera setelah selesai membilasnya. 

Ezzer Sanitizer

Tidak seperti produk sanitizer pada umumnya, Ezzer Sanitizer khususnya varian hand sanitizer, terbukti secara klinis* dengan cepat membasmi kuman dan virus dalam 20 detik*, tidak menimbulkan rasa lengket, Anda akan merasakan sensasi yang sama seperti setelah mencuci tangan dengan sabun dan air.

Seperti halnya produk kosmetik, Ezzer Hand Sanitizer telah melewati serangkaian pengujian klinis* pada banyak jenis kulit tangan. Tidak membuat kering kulit atau bahkan iritasi.

Dengan konsentrasi Ethyl Alcohol hingga 75% sesuai rekomendasi WHO, memastikan Ezzer Hand Sanitizer efektif membasmi kuman dan virus.

Meskipun alkohol akan cepat menguap (sifat alami), namun sensasi lembab masih akan Anda rasakan, karena kandung humektan alami pada produk yang membuatnya seperti halnya kosmetik.

Kesimpulan

Gunakan hand sanitizer dengan benar, tidak hanya pada telapak tetapi gunakan menyeluruh, termasuk pada sela-sela jari.

Jika tangan Anda kotor, temukan akses ke air mengalir dan sabun sesegera mungkin karena hand sanitizer mungkin tidak terlalu berguna ketika ada kotoran dan minyak.

Periksa tanggal kadaluarsa produk sanitizer Anda untuk menghindari efek yang mungkin ditimbulkan.

Gunakan hand sanitizer saat Anda sedang bepergian, dan ketika tidak menemukan air dan sabun saat setelah menyentuh benda-benda yang digunakan secara bersama seperti gagang pintu, menyentuh binatang, atau sampah. Berhati-hatilah jika Anda merawat seseorang yang sakit untuk mencegah penyebaran penyakit.

*) Pengujian di laboratorium independen

Leave a Reply