Jenis Epoxy Lantai Paling Populer di Indonesia

Ikhtisar
  • Terdapat 12 jenis epoxy lantai paling populer di di dunia, namun sekurangnya ada 2 jenis yang paling populer di Indonesia
  • Jenis epoxy yang paling populer di Indonesia, ini adalah epoxy yang membutuhkan pelarut dan tanpa pelarut.
  • Masing-masing jenis epoxy lantai memiliki karakter berbeda, salah satunya rentang waktu proses pengeringan.
  • Pastikan untuk melihat spesifikasi teknis jenis epoxy pada Technical Data Sheet (TDS).

Ketika Anda sedang mempertimbangkan untuk memilih jenis epoxy lantai apa yang tepat untuk lantai pada fasilitas Anda, pastikan dulu Anda mengetahui apa perbedaan dari masing-masing jenis epoxy, beberapa jenis epoxy paling populer di dunia dapat dibaca disini.

Terdapat jenis epoxy yang memerlukan bahan pengisi seperti air dan solvent, tapi juga ada jenis yang tidak memerlukannya. Jadi bagaimana untuk mengenali perbedaan dari jenis epoxy lantai ini?

Karena itulah, penting untuk mempelajari dasar-dasar epoxy coating lantai sebelum Anda memutuskan untuk meminta bantuan jasa kontraktor epoxy coating lantai untuk mengaplikasikan epoxy coating untuk Anda. Pengetahuan ini akan sangat membantu Anda ketika membuat keputusan tentang produk cat lantai epoxy floor coating mana yang terbaik. Jadi mari kita lihat apa jenis epoxy yang tersedia paling populer di Indonesia untuk lebih memahami apa perbedaannya.

Bahan pengisi atau filler

Air atau solvent sebagai bahan pengisi atau filler untuk beberapa resin epoxy juga membantu adhesi, memudahkan aplikasi, dan sifat self-leveling. Bahan pengisi ini juga membantu ‘mengulur waktu’ proses pengeringan epoxy. Karena setelah resin dengan hardener tercampur, waktu berjalan untuk proses pengeringan epoxy dimulai.

Karena kemudahan pengaplikasian, jenis epoxy coating ini (Epoxy water based & solvent based) lebih user friendly (ramah pengguna) dan cenderung menjadi solusi yang lebih disukai aplikator. Rata-rata proses pengeringan adalah berlangsung sekitar 2 jam, yang berarti Anda tidak perlu terburu-buru untuk menerapkanya pada lantai.

Namun tentu ada beberapa kelemahannya. Setelah diterapkan ke lantai, bahan pengisi atau filler ini akan menguap, hanya menyisakan epoxy. Jadi apa yang tersisa adalah lapisan pelapis epoxy lantai yang diterapkan. Hal ini terjadi karena pelarut untuk epoxy bukanlah bagian dari cat coating lantai itu sendiri.

Jika melihat persentase volume, dicontohkan misalnya epoxy memiliki 50% padatan, berarti epoxy memiliki ketebalan film basah sekitar 7 mils. Setelah bahan pengisi atau filler menguap, maka ketebalan saat film kering menjadi sekitar 3 – 3,5 mils.

Epoxy water-based vs. solvent-based

Pelarut yang digunakan sebagai bahan pengisi atau filler pada epoxy, cenderung lebih disukai aplikator, untuk beberapa alasan. Jenis epoxy coating ini dapat diterapkan dalam suhu dingin dan kelembaban yang lebih tinggi.

Jenis epoxy solvent cenderung lebih diminati, selain lebih tahan lama juga menghasilkan permukaan yang lebih mengkilap ketimbang yang basisnya air.

Epoxy padatan 100%

Epoxy padatan 100% tidak membutuhkan pelarut. Hasilnya, lapisan film kering lebih tebal sekitar 10 mils (ini tergantung pada kontraktor epoxy dan bagaimana cara pengaplikasiannya). Tidak ada VOC yang perlu dikhawatirkan, sehingga lebih ramah lingkungan, dan proses pengeringan semata-mata reaksi kimia.

Jenis epoxy ini umumnya digunakan untuk pengaplikasian pada komersial dan industri. Epoxy padatan 100% lebih tahan abrasi, dan kimia. Jenis ini dapat dapat bertahan lebih dari 20 tahun.

Meskipun lebih sulit diaplikasikan karena waktu pengeringan yang singkat, epoxy padatan 100% menghasilkan lapisan yang lebih tebal.

Technical Data Sheet (TDS)

Pastikan untuk melihat spesifikasi teknis jenis epoxy pada Technical Data Sheet (TDS). Anda dapat menemukan secara online atau memintanya pada kontraktor yang Anda sewa. Dari TDS ini, Anda akan mendapatkan wawasan produk untuk bahan membandingkan.

Mengetahui dasar-dasar epoxy coating akan memudahkan Anda menentukan pilihan jenis epoxy lantai yang tepat. (Okky)

Leave a Reply