Grinding Lantai vs Asam Etsa, Untuk Membuka Pori-Pori Beton

Ikhtisar

  • Membuka pori-pori beton sebelum pelapisan epoxy, dapat dilakukan secara mekanis maupun kimiawi.
  • Membuka pori-pori beton secara mekanis sangat disarankan dikalangan profesional, menggunakan grinding lantai.
  • Asam Etsa menjadi alternatif yang menarik dengan biaya murah, namun hasilnya yang dirasa kurang sempurna.
  • Asam Etsa tidak mampu mengupas lapisan epoxy lama pada beton, maka perlu secara manual mengupasnya.

Membuka pori-pori beton menggunakan Grinding lantai atau Asam Etsa menjadi topik menarik dari banyak diskusi seputar surface preparation pelaksanaan epoxy. Pertanyaan umum yang sering diajukan adalah “Mengapa beton harus di grinding?” lalu “bukankah lebih praktis dan cepat secara kimiawi seperti Asam Etsa?” Mari cari tahu mengapa perlu membuka pori-pori beton dan metode mana yang terbaik – grinding lantai atau asam etsa?

Epoxy perlu mengikat secara mekanis pada beton. Jika betonnya halus, maka perlu dilakukan proses mengurangi porositas, untuk membuka pori-pori sehingga lapisan epoksi dapat terikat sempurna. Jika tidak, epoxy akan gagal. Biasanya, membuka pori-pori beton ini dilakukan dengan cara menggrinding dengan grinding lantai atau secara kimiawi dengan asam etsa.

Meski beton masih baru dan bersih tanpa noda, perlu ada pori-pori dari beton yang dibuka agar epoxy terikat sempurna.

Membuka pori-pori beton, metode mana yang terbaik

Ketika masuk dalam tahap membuka pori-pori beton sebelum pelapisan epoxy coating, metode terbaik adalah dengan mengupas permukaan secara mekanis. Alasannya adalah agar hasilnya merata, karena jika secara mekanis, kita akan dapat membentuk sesuai tekstur yang diinginkan. Bergantung pada pabrikan, beton membutuhkan tekstur dari 60 sampai 120 grit amplas untuk epoxy yang melekat sempurna. Menggrinding lantai juga akan menghilangkan kelebihan laitance (crumbly, zat tepung di permukaan) yang tidak dapat dilakukan secara kimiawi.

Meskipun membuka pori-pori beton menggunakan asam etsa cukup mudah dilakukan, dan berbiaya murah. Masalah dari proses kimiawi ini adalah keseragaman hasil yang seringkali tidak rata hasilnya. Jika beberapa area di permukaan tidak diuji porositas dan teksturnya, maka Anda kemungkinan salah satu area lapisan epoxy yang akan gagal.

Catatan: Jika Anda memiliki lapisan epoxy lama yang menempel pada beton, asam etsa tidak akan bekerja. Anda harus mengupas sisa epoxy lantai secara mekanis.

Jika Anda berencana menyewa jasa kontraktor epoxy lantai, mintalah untuk melakukan pembukaan pori-pori beton secara mekanis. Setiap kontraktor yang menggunakan asam etsa biasanya hanya mengakali Anda dengan memotong setiap sudut untuk mengurangi biaya proses surface preparation dan patut dicurigai apakah lantai yang mereka hasilkan berkualitas baik.

Ingat, etsa asam tidak akan menghilangkan kotoran dan minyak dari lantai beton. Masih perlu dibersihkan, jadi akan dua kali kerja.

Kesimpulannya, apapun metode yang Anda putuskan untuk digunakan, jika tidak dilakukan dengan benar, lapisan epoxy lantai Anda akan gagal. Apakah itu memanfaatkan grinding lantai atau asam etsa, sangat penting melakukannya dengan benar. Tidak ada yang lebih buruk daripada menghabiskan waktu untuk menerapkan lapisan epoxy yang bagus hanya agar gagal karena proses surface preparation beton yang buruk. Jika Anda meluangkan waktu untuk melakukannya dengan benar, maka hasilnya adalah lapisan yang akan awet bertahan bertahun-tahun. (Okky)

Leave a Reply