Polyurethane dan Epoxy, Mana yang Terbaik

Polyurethane dan Epoxy, Mana yang Terbaik

Jika Anda sedang mencari cat pelapis lantai beton, Anda mungkin akan dihadapkan pada pilihan cat lantai polyurethane (terkenal dengan nama singkatnya, PU) atau epoxy. Bagi Anda yang baru mengetahui cat lantai, jangan bingung, kami bantu perjelas mengenai perbedaan keduanya.

Baik itu polyurethane maupun epoxy sangat bagus untuk melindungi lantai Anda terhadap kerusakan akibat bahan kimia, oli, hingga benturan. Keduanya mudah dibersihkan, dan tahan lama. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing tergantung dari aplikasinya. Jadi mana yang paling baik digunakan? Nah, jawaban bijak kami adalah menggunakan keduanya. Mari kita cari tahu mengapa.

Apa itu epoxy

Epoxy dikatakan sebagai cat pelapis lantai kinerja tinggi. Tersedia dalam tiga pilihan formulasi berbeda untuk lantai; ada yang berbasis air, berbasis solvent, dan tanpa perlu pelarut, disebut padatan 100%. Formulasi ini memungkinkan untuk berbagai tingkat ketebalan dari 76,2 mikron sampai lebih dari 254 mikron untuk satu lapisan. Cat epoxy untuk lantai akan merekat sangat baik pada beton yang benar dalam persiapannya (surface preparation) dan jenis epoxy pun ada pula yang dapat digunakan untuk memperbaiki beton rusak (jenis epoxy mortar).

Formulasi cat epoxy terbaik adalah padatan 100% dengan hasil permukaan yang sangat keras, tebal, dan tahan benturan. Tingkat ketebalannya yang tinggi, membuat proses self-leveling bekerja dengan baik mengisi celah-celah kecil dan menutup ketidaksempurnaan permukaan beton, sekaligus memberikan perlindungan. Epoxy  juga bekerja baik menjaga keausan ban kendaraan. Meskipun cat epoxy tahan terhadap UV, namun epoxy akan menguning saat terpapar sinar matahari secara langsung untuk waktu yang lama.

Apa itu Polyurethane

Seperti halnya cat epoxy, cat lantai polyurethane juga diklaim sebagai cat pelapis kinerja tinggi. Disebut juga uretan, meskipun secara teknis tidak benar penyebutannya dan sebenarnya ada perbedaan besar antara polyurethane dan uretan.

Jenis formulasi yang tersedia dari cat lantai polyurethane yakni polyurethane alifatik. Padatan sekitar 60% sampai 70%, lapisan poliuretan memiliki ketebalan sekitar 50,8 sampai 76,2 mikron, jauh berbeda dengan epoxy.

Meski lebih tipis dibanding cat epoxy, cat lantai polyurethane alifatik jauh lebih tahan abrasi. Beberapa klaim menyebutkan perbandingan ketahanan terhadap abrasi dari cat lantai polyurethane melebihi epoxy, perbandingannya 3:1. Resistensinya terhadap bahan kimia lebih baik daripada epoxy.

Keuntungan lainnya, cat lantai polyurethane lebih tahan UV, yang berarti permukaan tidak cepat menguning apabila terpapar sinar matahari. Permukaan cat lantai polyurethane tidak sekeras epoxy tapi lebih tahan gores, tahan suhu yang lebih besar, dan menangani kelembaban jauh lebih baik. Variasi finishing yang tersedia, satin hingga glossy.

Kekurangannya, cat lantai polyurethane tidak cukup kuat mengikat pada beton seperti halnya epoxy. Dengan ketebalan film saat kering yang tipis, membuatnya tidak bekerja dengan baik dalam self-leveling untuk mengisi celah kecil di permukaan.

Kesimpulan

Anda akan mendapatkan performa maksimal dengan mengkombinasikan cat lantai polyurethane dengan epoxy. Jika epoxy baik digunakan untuk membangun ketebalan lapisan lantai, sedangkan polyurethane dapat digunakan sebagai pelapis untuk melindungi lapisan epoxy tersebut. Ini akan menguatkan epoxy dari perubahan warna menjadi kuning dan akan membuat permukaan semakin kuat.

Share This

Comments